Jumaat, 21 Disember 2012

tranlate

translate

http://i1128.photobucket.com/albums/m499/TausiyahInTilawatunIslamiyah/Cheko.gif



Jasad, Ruh Dan Nyawa

Posted: 27 Juni 2010 in Renungan
Kaitkata:
Bissmillahirrohmanirrohim..
Jasad
Akhi / Ukhti sekalian..inilah suatu perkara yang sebahagian kamu selalu lalai daripadanya. Ya..alangkah elok rupamu ya akhi wa uhkti, akan tetapi ingatlah..yang wujud lagi tampak daripadamu itu hanyalah jasadmu sahaja. Sedang, kelak jika engkau mati..binasalah sekalian segala keelokan rupamu kala itu. Perihal bukti agar terlebih baik bagimu, maka hendaklah engkau gali kubur daripada si fulan itu. Adakah si fulan itu rupanya masih seelok yang engkau saksikan dahulu?? Sekali – kali tidak, bahkan yang engkau saksikan kala itu adalah tumpukan tulang – tulang yang mulai rapuh dan tiada wujud selayak manusia atau selain daripada itu.
Dan ketahuilah olehmu, bahwasanya daripada jasadmu dengan segala geranan perkara yang lahir dariapdannya itu adalah ayat – ayat ALLAH  jua. Bermula engkau dalam kandungan dan  engkau bayi, hingga bisa berdiri, lalu kemudian belajar berbicara, berjalan hingga remaja dan kemudian dewasa dan tua. Yang sedemikian itu adalah perihal jasadmu dengan perubahan yang bertahap – tahap yang ALLAH jadikan daripadamu sampai engkau mati kemudiannya. Sebelum hari berbangkit (kiamat) maka jasad itu menetap didunia.
Sedang wujud apa – apa yang berada daripada jasad (tangan, kaki, tubuh, kepala dan lain sebagainya) (duniawi) adalah hati, otak dan secara  medis engkau dapa melihat wujud daripada hati dan otak itu.
Ruh
Melalui jasad ALLAH titiskan ruh didalamnya, ia tiada tampak oleh mata akan tetapi bisa engkau rasakan. Karena ia adalah diri didalam dirimu, engkau tiada mengetahui sampai ALLAH memberitahukannya atas kamu. Maka, kiranya jika orang non muslim bertanya padamu perihal ALLAH. “mengapakah kalian menyembah yang tiada berwujud??. Katakanlah..”adakah engkau percaya dengan ruh daripada jasadmu?? Ia akan menjawab “ya..”, maka katakanlah lagi..”adakah engkau melihatnya??”, ia akan menjawab “tidak”, dan katakanlah “sesungguhnya kami mempercayai yang ada namun engkau mengira ia tiada, layaknya engkau yang mempercayai gerangan ruhmu, maka demikian pulalah perkaranya atas kami..ALLAH itu berada di langit dalam perbendahraan-Nya yang tersembunyi, sedang IaMaha Tinggi lagi Maha Halus dari atas apa – apa yang engkau sangka – sangkakan!!”.
Akhi – ukhti sekaliannya, inilah gerangan ruh sedang sebelum hari berbangkit (kiamat) kelak, jika seorang manusia itu mati maka ruhnya akan kembali kepada genggaman ALLAH Azza wa Jalla sedang jasadnya masih dihimpit bumi.
Sedang wujud daripada apa – apa pada ruhmu itu adalah ia seumpama kamu jua dan adalah isi daripada jasadmu, jika dalam jasad adanya adalah hati dan otak, maka dalam ruh adalah perasaan dan pikiran.
Nyawa
Hanya ALLAH yang mengetahui wujudnya, akan tetapi ialah yang mengikat antara jasad dan ruhmu hingga kemudian dikatakanlah engkau hidup sedang jika ia (nyawa) itu dilepas daripadamu, niscaya disebutlah ia mati.
Mukadimah
Akhi – ukhti sekaliannya, maka kenalilah dirimu niscaya engkau akan mengenali Tuhanmu. Pepatah tua berbunyi “awal mengenal suatu agama adalah mengenal Tuhan, Mengenal Tuhan adalah mengenal ALLAH, sedang mengenal ALLAH adalah mengenal diri”. Sesungguhnya Tuhan itu adalah tiada sedang yang ada hanyalah ALLAH semata, jika Engkau memikirkan??
Jika terdapat perkatan yang salah pada artikel ini, atas kamu sekalian  aku memohon maaf sedang kepada ALLAH aku memohon ampun.. Wallahu A’lam Bish Showab ^_^


Nov 25, '08 10:37 AM
for everyone
     Ruh berbeda dengan jasad. Ruh bukan terbuat dari tanah liat sebagaimana jasad. Ruh terbuat dari NUR (cahaya), sama seperti malaikat dan jin. Ruh sebelum masuk ke jasad (tubuh) kita, sudah mengenal Allah, malah sudah menyaksikan ketuhanan Allah dan mengaku kehambaan kepada Allah. Akan tetapi, setelah lahir ke dunia, ruh dikurung di dalam jasad lahir bersama-sama musuhnya, nafsu dan setan.
Berhadapan dengan ke dua musuhnya ini, ruh kita menjadi lemah, rusak dan hilang kehambaannya kepada Allah. Walaupun ruh telah mengenal Allah, tahu wujud dan Maha Perkasanya Allah. Namun ruh tidak dapat mentaati perintah Allah karena bujukan dan tarikan setan dan nafsu begitu kuat dan berpengaruh terhadap jasad.

     Dengan demikian, ruh kita sudah durhaka terhadap Allah, seakan-akan sudah tidak mengenali Allah. Ruh terbelenggu didalam jasad, di kungkung oleh nafsu dan setan. Ruh sudah tidak mempunyai rasa takut dan malu lagi kepada Allah. Tidak rindu, tidak cinta, tidak merasa hina, tidak merasa rendah diri terhadap Allah. Ruh sudah menjadi sombong, hasad, tamak, pendendam, bakhil, gila dunia, kuat makan dan semua kehendak nafsu. Ruh sudah dikuasai oleh jasad yang beku ini, bak patung atau boneka Barbie.
Seumpama burung, ruh terkurung didalam sangkar yang berupa jasad. Ruh terpaksa terkurung didalam jasad yang kuat, sempit dan menyesakkan. Tapi...apabila burung itu lebih kuat dari sangkar, burung akan memecahkan sangkar dan dapat terbang bebas ke seluruh alam. Demikan juga bila ruh lebih kuat dari nafsu dan setan, ruh dapat menundukkan nafsu dan setan. Dengan demikian ruh dapat menguasai jasad.

     Hal ini berlaku pada ruh para nabi, rasul dan wali-wali Allah. Ruh tidak lagi terbelenggu dalam jasad oleh nafsu dan setan. Tetapi sudah bebas, sudah dapat menundukkan nafsu dan setan dibawah kehendaknya, sudah melihat alam ruhani, alam malkut dan alam jin. Jasad lahir sudah tidak berarti apa-apa lagi, karena sudah dipergunakan oleh ruh untuk menyembah Allah sepanjang masa.
Pandangan ruh ialah pandangan tembus yang dapa membaca hati dan batin manusia. karena itu Rasululah saw. bersabda:

"Takutilah firasat (pandangan tembus) orang mukmin karena ia memandang dengan cahaya Allah" (HR.at-Tarmidzi)

Inilah rahasia diri kita yang mesti kita sadari. Bila kita sadar hakikat kejadian kita ini, barulah akan berlaku apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw.:

Man'arroffa nafsahu faqad'aroffa Rabbahu,"Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia pasti akan kenal Tuhannya"



Tiada ulasan:

Catat Ulasan